Formasi Persib Untuk Bandung

Formasi Persib Untuk Bandung

Selasa, 20 Okt 2020

Persib Bandung (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) artinya klub sepak bola Indonesia yang berdiri pada 14 Maret 1933, berbasis di Bandung, Jawa Barat. Persib saat ini bermain di Liga 1 Indonesia. Julukan mereka artinya Maung Bandung dan Pangeran Biru. Sponsor utama dan terbesar masih dipegang Indofood dan apparel jersey yang terbaru artinya Sportama.

Sebagai tim yang dikenal baik, Persib Bandung juga sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik junior maupun senior. Sederet nama seperti Ade Dana, Emen Suwarman, Aang Witarsa, Max Timisela, Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Herry Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur Alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan, Eka Ramdani, Gian Zola, dan Febri Hariyadi, merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib Bandung.

Musim pertama Persib di era Liga 1 dikejutkan dengan kedatangan mantan pemain timnas Ghana yang pernah menjadi bintang bersama Chelsea, Real Madrid dan AC Milan, Michael Essien yang didatangkan dari klub top Yunani Panathinaikos FC sebagai marquee player. Carlton Cole yang pernah bermain untuk West Ham juga berseragam Persib, bersama Shohei Matsunaga yang kembali direkrut setelah bermain di Persib pada rentang tahun 2011-2012. Cole dilepas di pertengahan musim setelah gagal menyarangkan satupun gol ke gawang lawan, dan pemain timnas Chad Ezechiel N'Douassel direkrut dari klub Israel Hapoel Tel Aviv pada 7 Agustus 2017. Karena hasil yang tidak memuaskan, Djajang Nurjaman mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih pada 16 Juli 2017 dan Herrie Setyawan menjadi pelatih sementara atau caretaker. Persib terlempar dari papan atas klasemen ke papan tengah sejak pekan ke-11 dan tak beranjak hingga akhirnya harus puas menyudahi musim di peringkat 13, yang terburuk sejak musim 2006.

Pada musim 2018, terjadi perubahan skuad yang cukup signifikan. Essien dilepas, Vujovic pindah ke Bhayangkara FC, Matsunaga ke Persela, sementara itu Ardi Idrus, Ghozali Siregar, Jonathan Bauman, Bojan Mališic, dan Oh In-Kyun masuk menggantikan. Selain itu, Eka Ramdani dan Airlangga Sutjipto kembali didatangkan. Pelatih Mario Gomez asal Argentina ditunjuk untuk menangani tim di musim ini. Laga Derbi Indonesia di paruh musim kedua ternodai dengan meninggalnya Haringga Sirla, seorang suporter yang dianiaya oknum suporter lain sebelum laga dimulai. Akibat tragedi itu, Persib dihukum tak boleh bermarkas di wilayah Jawa Barat termasuk di Stadion GBLA maupun Jalak Harupat, sehingga harus memainkan laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Persib sempat menghuni posisi 2 klasemen menuju akhir kompetisi, namun kekalahan-kekalahan dialami dan penurunan performa ini membuat Persib hanya bisa berada di peringkat 4 klasemen akhir. Ardi Idrus terpilih masuk Tim Terbaik Liga 1 2018. Eka Ramdani memutuskan pensiun di akhir musim.

Untuk musim 2019, Mario Gomez yang dipecat digantikan Miljan Radovic. Akan tetapi, hasil turnamen pramusim Piala Presiden 2019 yang tak memuaskan membuatnya didepak, dan manajemen mendatangkan Robert Rene Alberts yang pernah mengantarkan Arema juara LSI 2009-10. Striker Arthur Geworkýan direkrut untuk menggantikan Bauman, dan Rene Mihelic asal Slovenia melengkapi jatah legiun asing. Beckham Putra Nugraha pun dipromosikan dari Persib U 19 setelah membawa tim tersebut juara Liga 1 U19 2018. Di pertengahan musim, Mihelic bersama Gevorkyan diputus kontrak dan Malisic dilepas ke Badak Lampung F.C. Sebagai gantinya, Persib mendatangkan Kevin van Kippers Luis dan Nick Kuipers dari Belanda serta Omid Nazari asal Filipina. Karena kiper utama Deden Natshir mengalami cedera tulang kering di laga melawan Persija (10/7) dan absen hingga akhir musim, kiper PSS Sleman asal Kuningan Dhika Bayangkara ditransfer ke Persib.

 

Pemain

1.       Nick Kuipers

2.       Ardi Idrus

3.       Beckham Putra

4.       Abdul Aziz

5.       Wander Luiz

6.       Asteban Vizcarra

7.       Dedi Kusnandar

8.       Henhen Herdiana

9.       Febri Hariyadi

10.   Teja Paku Alam

11.   Fabiano Beltrame

12.   Zulham Zamrun

13.   Gian Zola

14.   Geoffrey Castillion

15.   Frets Butuan

16.   Supardi Nasir

17.   Kim Kurniawan

18.   Zalnando

19.   Dhika Bayangkara

20.   Victor Igbonefo

21.   Mario Jardel

22.   Ghozali Siregar

23.   I Made Wirawan

24.   Beni Oktovianto

25.   Omid Nazari

26.   Erwin Ramdani

Pemain Cadangan dan Akademi

Skuat U21

1.       Mochamad Fauzan Zauhar Malik

2.       Sugiarto

3.       Muhammad Jeffri

4.       Hanif Abdurrauf Sjahbandi

5.       Abdul Aziz

6.       Rizky Alam

7.       Angga Febryanto Putra

8.       Henhen Herdiana

9.       Rifki Fauzi Adam

10.   Untung Wibowo

11.   Adilla Adnan Saputra

12.   Heri Herawan

13.   Dikri Yusron Afafa

14.   Ahmad Subagja Basith

15.   Gatot Wahyudi

16.   Agung Mulyadi

17.   Alfath Faathier

18.   Ary Ahmad Syafari

19.   Agil Munawar

20.   I Gusti Rustiawan

21.   Sahat Marojahan Siregar

22.   Sidik Permana

23.   Rendi Ridwan Januar

 


Formasi Pertandingan Persib Bandung

Kedatangan dua bomber asing, Castillion dan Luiz, 'memaksa' Robert Alberts menghadirkan formasi 4-4-2 di tim Persib Bandung.

Persib Bandung memulai kampanyenya di Liga 1 2020 dengan gemilang usai menang telak 3-0 atas Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (01/03/20). 

Dua rekrutan anyar Maung Bandung musim ini, Geoffrey Castillion dan Wander Luiz, mampu tampil gemilang. Dua debutan lini depan itu memborong tiga gol yang dibuat Persib. 


Satu gol pembuka dicetak oleh Geoffrey Castillion, sementara dua gol tambahan pada babak kedua dibuat oleh Wander Luiz. 

Hasil inipun menebalkan ekspektasi para Bobotoh untuk melihat tim kebanggaannya menjuarai Liga 1 2020. 


Persib Bandung melakukan perombakan komposisi pemain jelang musim 2020 dengan melepas dan mendatangkan sejumlah nama lokal dan asing. 

Masih dipimpin oleh Robert Rene Alberts, Persib merekrut empat pemain lokal, yakni Teja Paku Alam (kiper), Zulham Zamrun, Beni Oktovianto, dan Victor Igbonefo, plus dua legiun asing Geoffrey Castillion dan Wander Luiz. 

Dua nama legiun asing patut mendapat sorotan. Untuk pertama kalinya di era Liga 1, Maung Bandung memutuskan menggunakan dua orang penyerang tengah di lini depan. 

Pilihan ini pun menghadirkan konsekuensi besar. Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, harus mengubah pakem 4-2-3-1 dan 4-3-3 yang digunakan musim lalu ke formasi klasik 4-4-2. 

Musim 2019 lalu Persib Bandung akrab dengan formasi 4-2-3-1. Maung Bandung mengandalkan tiga gelandang serang yakni Ghozali Siregar (kiri), Rene Mihelic (tengah), dan Febri Hariyadi (kanan) yang disokong oleh dua gelandang bertipe bertahan (double pivot), Hariono dan Kim Kurniawan, di belakang. 

Dengan formasi ini Persib menitikberatkan pada kekuatan dua sayap cepat mereka yakni, Febri Hariyadi dan Ghozali Siregar. Tak heran, statistik keduanya cukup menonjol di mana Febri membuat 9 gol dan 8 assist, sementara Ghozali mencatatkan 4 gol dan 2 assist. 

Dengan formasi 4-2-3-1, Maung Bandung mengandalkan Ezechiel N'douassel seorang diri di ujung tombak. Musim lalu Ezechiel membuat 15 gol dan 6 assist. 

Trio lini depan Persib musim lalu terbilang cukup andal. Namun secara keseluruhan, produktivitas Persib masih belum sesuai harapan. 

Persib Bandung cuma mencatatkan 49 gol, kalah dari PSM, Borneo, Bhayangkara, Persebaya, dan bahkan Tira Persikabo. 

Hal inilah yang ingin diubah Robert Rene Alberts di musim 2020 ini. Dari pengalaman mereka di musim lalu yang kesulitan meraih tiga poin, Persib memutuskan menaruh dua bomber asing sekaligus di lini depan. 

4-4-2 Selamatkan Persib Bandung?

Formasi 4-4-2 artinya formasi yang menitikberatkan pada bagaimana agar lini tengah dan lini depan tersambung dengan baik. Poros tengah dan bola-bola pendek pun jadi andalan pada formasi ini. 

Pakem itu juga digunakan Persib Bandung musim ini, setidaknya terlihat dari laga pekan perdana. 

Di laga melawan Persela, Persib menurunkan empat bek yakni Supardi Nasir (kanan), Nick Kuipers (tengah), Victor Igbonefo (tengah), dan Ardi Idrus (kiri). 

Sementara di lini tengah ada empat gelandang yakni Febri Hariyadi (kanan), Omid Nazari (tengah), Kim Kurniawan (Tengah), dan Esteban Vizcarra. Untuk lini depan jelas Persib menduetkan Geoffrey Castillion dan Wander Luiz.

Terdapat sejumlah kombinasi menarik dari formasi Persib di laga perdana Liga 1 2020. Omid Nazari yang biasa diduetkan dengan Abdul Azis di musim lalu kini berpasangan dengan Kim Kurniawan. 

Pemilihan Kim terbilang berani. Pasalnya, adik kandung  Jennifer Bachdim ini belum benar-benar padu selepas cedera. Apalagi, posisi asli Kim artinya sebagai gelandang bertahan. 

Namun, perjudian Robert Rene Alberts membuahkan hasil. Kim yang memiliki karakter destroyer, mampu melakukan sejumlah tusukan-tusukan krusial ke barisan pertahanan Persela. 

Salah satunya artinya umpan lurusnya ke Geoffrey Castillion yang kemudian dioperkan ke Wander Luiz untuk dikonversi menjadi gol. 

Peran Kim memang bukan sebagai playmaker. Namun, setidaknya ia bisa mengalirkan bola ke lini depan. Beruntung, wander Luiz artinya tipe penyerang yang suka menjemput bola. 

Permainan lebih variatif memang ditunjukkan Persib Bandung. Lini tengah kini lebih kuat dari sebelum-sebelumnya dengan kehadiran Omid Nazari. 

Tak cuma memiliki ketenangan dan visi bermain, pemain yang bergabung sejak paruh musim lalu itu mampu melepaskan tembakan-tembakan keras jarak jauh yang bisa memecah kebuntuan. 

Kemudian, jangan lupakan pula keberadaan Febri Hariyadi dan Esteban Vizcarra. Agak berbeda dari musim lalu, posisi keduanya ditarik lebih mundur ke belakang. 

Namun, bukan berarti mereka tak bisa naik ke depan, Febri dan Vizcarra masih diberi kebebasan untuk melakukan penetrasi di sisi sayap dan melepaskan umpan silang. 

Musim ini lini tengah Persib menawarkan kreativitas. Persib tak melulu mengandalkan kecepatan sayap. 

Kini mereka memiliki poros tengah yang lebih hidup dengan umpan-umpan pendek. Dengan insting predator yang dimiliki Castillion dan Wander Luiz, rasanya Maung Bandung bakal jauh lebih subur dari musim lalu. 


Jika demikian, maka target juara pun bisa jadi bakal terwujud. Dengan 49 gol musim lalu, Persib bertengger di posisi kelima mengumpulkan 51 poin. Jika mampu menambah 20 gol lebih banyak, bukan tak mungkin Tim Pangeran Biru finis di peringkat pertama musim ini.  






Sekarang bisa nonton bola sambil main sportsbook di satu tempat, Tunggu apa lagi, Dengan Deposit 10ribu Rupiah Anda Sudah Dapat Bermain di Agen Bola Online Terpercaya

Untuk anda yang ingin mencoba permainan ini tapi hanya mempunyai modal secukupnya, tidak perlu khawatir. Anda bisa mengunjungi Agen Bola Online Disini.

Dengan Minimal Deposit hanya Rp. 10.000 saja dan terdapat banyak Promo Menarik.

Segera daftarkan diri anda dan raih jackpotnya yang sudah di siapkan untuk semua pemain yang beruntung.


Formasi Pertandingan Untuk Juventus

Formasi Untuk Persija Jakarta

Formasi Pertandingan Untuk Persipura

Formasi Pertandingan Untuk Leicester City

Formasi Pertandingan Untuk Real Madrid

Send Message